Minggu, 07 April 2013

Tugas Seorang Bendahara

Bendahara

Bendahara adalah orang yang bertugas untuk membuat pembukuan dan mengatur keuangan dalam sebuah organisasi atau kepanitaan. Dalam sebuah organisasi tugas pertama seorang bendahara adalah membuat Rencana Anggaran Pengeluaran Belanja Organisasi (RAPBO) untuk satu periode kepengurusan.
Untuk membuat sebuah RAPBO seorang bendahara harus :
·         Memeriksa pembukuan satu tahun kebelakang
·         Mempelajari rencana kegiatan selama periode kepengurusan
·         Menyesuaikan RAPBO dengan perkiraan pemasukan yang akan diperoleh
RAPBO berfungsi sebagai salah satu bahan pertimbangan ketika mengeluarkan anggaran. RAPBO harus dibuat dengan baik dan direncanakan dengan matang agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, Sehingga buatlah rencana kegiatan yang sesuai dengan anggaran yang dimiliki agar dalam pelaksanaannya kegiatan tidak mengalami kendala dalam anggaran.
Setelah membuat RAPBO seorang bendahara bertugas membuat pembukuan selama periode kepengurusan. Jika anggaran yang dimiliki jumlahnya relatif besar, sebaiknya bendahara ada 2 orang. Dengan tugas, bendahara 1 memegang kas besar, dan bendahara 2 memegang kas kecil.
Pembukuan dilakukan oleh pemegang kas kecil. Sedangkan bendahara 1 bertugas mengawasi pembukuan dan menentukan kebijakan besaran pengeluaran.
Dalam sebuah organisasi pembukuan dapat dibuat dengan format:
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Saldo
PJ
Januari
1






2011







v  Kolom Referensi (Ref) diisi dengan no bukti transaksi.
Pengeluaran dan pemasukan berada dalam satu pembukuan dimaksudkan untuk mengetahui arus kas dan memudahkan untuk mengecek saldo akhir yang masih dimiliki.
Seorang bendahara sebaiknya memiliki  buku besar dari RAPBO yang telah disusun. Misalkan pengeluaran untuk administrasi dianggarkan sebesar Rp 200.000,-. Jumlah Rp 200.000,- tidak mungkin dikeluarkan sekaligus, tapi bertahap sesuai dengan anggaran yang diperlukan. Agar anggaran tersebut jumlah akhirnya tidak melebihi anggaran yang telah direncanakan, maka dibuatlah buku besar dengan format:
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Saldo
Januari
1
Saldo adm

200.000

200.000
2011







Begitupun dengan rencanna anggaran yang lainnya.
Hal ke-tiga yang harus dilakukan oleh seorang bendahara adalah mengelola bukti transaksi. Setiap bukti transaksi yang masuk harus disimpan dengan baik. Jangan sampai bukti trsebut rusak atau hilang. Setiap bukti yang masuk disimpan dengan rapi dan disusun berdasarkan tanggal masuk. Ketika telah satu bulan, sebaiknya bukti yang sudah terkumpul di Hegter untuk memudahkan penyimpanan dan menghindari hal yang tidak diinginkan.
Untuk penomeran pada bukti transaksi dilakukan ketika akan membuat laporan pertanggungjawaban karena biasanya terdapat bukti yang secara tidak sengaja masuk namun tanggal masuknya tidak sesuai dengan tanggal yang terdapat dalam bukti. Penomeran dilakukan secara tersusun sesuai dengan tanggal masuk. Misalkan untuk bukti kas masuk diberi nama (BKM) dan Bukti kas keluar diberi nama(BKK)
v  BKM-1  (1 jan’12), BKM-2 (5 jan’12), dst
v  BKK-1 (3 jan’12), BKK-2 (7 jan’12), dst
Setiap bukti transaksi yang masuk harus diperhatikan keabsahannya. Bukti transaksi dikatakan sah apabila terdapat tanda tangan atau stempel. Perhatikan pula nominal dan keterangannya. Macam-macam bukti transaksi yang biasa digunakan diantaranya :
v  Kwitansi = Bukti kas keluar biasanya transaksi berupa jasa
v  Nota kontan = Bukti kas keluar biasanya transaksi berupa pembelian barang
v  Sus kwitansi = Bukti penerimaan kas
v  Bukti kas = Dapat berfungsi sebagai kas masuk ataupun keluar.



1 komentar: